Abstract
Seiring dengan berkembangnya industri batik di Indonesia, jumlah pengrajin batik pun semakin bertambah. Namun, masih banyak industri batik yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Limbah cair batik mengandung bahan organik seperti COD, BOD, TSS dan logam berat yang berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengatasi pencemaran COD dan TSS pada limbah batik adalah metode elektrokoagulasi. Variasi yang digunakan adalah kuat arus listrik (1A , 3A, 5A, 7A, 10A) dan luas penampang elektroda (3x10 cm ; 4x10 cm ; 5x10 cm; 6x10 cm; 7x10 cm). Hasil dari penelitian ini diperoleh penurunan kadar COD tertinggi terdapat pada variabel kuat arus 10 Amper dengan ukuran lempeng 7x10 cm dengan nilai COD sebesar 264,83 Mg/L atau sebesar 62,12%. Sedangkan untuk TSS diperoleh hasil penurunan kadar TSS paling optimum adalah pada variabel kuat arus 7 amper dengan ukuran lempeng 7x10 cm yaitu sebesar 500 mg/L atau sebesar 86,21%.
Cite
CITATION STYLE
Dewayani, R. K., & Haryanto, H. (2021). PENGARUH KUAT ARUS DAN LUAS PENAMPANG ELEKTRODA TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI. JURNAL ENVIROTEK, 13(2), 92–97. https://doi.org/10.33005/envirotek.v13i2.161
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.