Abstract
Dampak dari pandemi COVID-19 sangat terasa terutama dalam aspek pendidikan. Model pembelajaran yang dulu tatap muka sekarang berubah menjadi pembelajaran secara daring. Hal ini berpengaruh terhadap lembaga pendidikan non formal salah satunya yaitu Nusagama Grup yang mengalami penurunan jumlah siswa yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelanjutan para siswa dalam mengikuti lembaga bimbingan berdasarkan karakteristik siswa lembaga serta banyaknya pertemuan yang dilakukan. Kelanjutan mengikuti lembaga bimbingan ini bertujuan untuk mengidentifikasi materi dan jenjang apa yang diminati para siswa sehingga akan lanjut mengikuti lembaga studi bimbingan Nusagama Grup. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 78 siswa. Metode yang digunakan adalah analisis CHAID (Chi-Squared Automatic Interaction Detection Analysis) yang akan digambarkan dengan diagram pohon keputusan. Berdasarkan hasil analisis metode CHAID maka diperoleh 4 segmen pengelompokan, tingkat nilai data training sebesar 75.8% dan nilai akurasi data testing sebesar 86.67%. Hasil presisi untuk klasifikasi siswa baru dari data testing sebesar 100% dan presisi klasifikasi siswa lama sebesar 81.8%. Jika dilihat dari nilai ketepatan yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa metode CHAID merupakan metode yang cukup baik untuk mengklasifikasi data pada penelitian ini.
Cite
CITATION STYLE
Islamy, U., & Dini, S. K. (2021). Penerapan Metode CHAID (Chi- Squared Automatic Interaction Detection) pada Kelanjutan Siswa yang Mengikuti Lembaga Bimbingan Belajar pada Masa Pandemi COVID-19. Prosiding Seminar Pendidikan Matematika Dan Matematika, 4. https://doi.org/10.21831/pspmm.v4i2.172
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.