Abstract
Film adalah salah satu media komunikasi massa yang menggunakan suatu media untuk menghubungkan komunikator dengan komunikan dengan jumlah yang banyak, tersebar dimana-mana dan untuk menimbulkan efek tertentu. Film yang dibuat dapat mewakili segala kejadian yang pernah terjadi di kehidupan masyarakat. Ada banyak berita yang menginformasikan tentang kasus perpeloncoan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan di beberapa kampus yang tersebar di perguruan tinggi. Salah satunya tergambarkan di film Penyalin Cahaya yang menceritakan tentang seorang mahasiswa beasiswa yang sedang mencari keadilan karena telah menjadi korban perpeloncoan dan kekerasan seksual di grup teater kampus. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis realita yang ada pada film Penyalin Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika model John Fiske. Hasil penelitian menunjukkan tanda-tanda realita yang terdapat pada level realitas yang menjelaskan pada aspek penampilan, aspek lingkungan dan aspek perilaku. Pada level representasi menjelaskan pada aspek kamera, aspek pencahayaan dan aspek suara atau musik yang digunakan dalam film. Selanjutnya, pada level ideologi penggambaran nilai-nilai ketidakadilan dan perjuangan perempuan yang dapat disimpulkan adalah ideologi emansipasi wanita dan feminisme.
Cite
CITATION STYLE
Ananda, D. C., & Wibowo, A. A. (2022). ANALISIS SEMIOTIKA: REPRESENTASI KETIDAKADILAN KORBAN PERPELONCOAN PADA FILM “PENYALIN CAHAYA.” ORASI: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 13(2), 251. https://doi.org/10.24235/orasi.v13i2.11062
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.