Karakteristik dan Kompetensi Etika Guru Milenial di Era Digital

  • Arifin Z
  • Umeirsyah U
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dunia nyata dan maya menjadi saksi benih-benih pelanggaran kode etik keguruan, seperti bullying dan pelecehan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya. Problem ini juga mendera guru milenial yang merujuk pada guru yang lahir antara tahun 1981-1996. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi literatur, dengan tujuan mengeksplorasi bahasan tentang etika guru milenial di era digital. Bahasan pertama menyangkut hakikat etika keguruan secara umum yang meliputi integritas, toleran, profesional dan tanggung jawab. Bahasan kedua terkait karakteristik guru milenial yang meliputi kemampuan adaptasi, berpikir kritis, peduli pada kesejahteraan siswa dan kemitraan dengan orang tua murid. Bahasan ketiga tentang kompetensi etika guru milenial di era digital, yaitu menjaga kode etik profesi guru, sensitif dan empatik terhadap keberagaman siswa, mengembangkan kemampuan literasi digital serta menjaga privasi dan keamanan data.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arifin, Z., & Umeirsyah, U. (2023). Karakteristik dan Kompetensi Etika Guru Milenial di Era Digital. AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education, 4(1), 61–68. https://doi.org/10.32478/ajmie.v4i1.1915

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free