POLA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI BANYUMAS

  • Hadi R
N/ACitations
Citations of this article
36Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengungkap mengenai pentingnya kerukunan umat beragama di Banyumas. Tulisan ini menelisik mengenai upaya-upaya pencegahan yang perlu dilakukan agar kerukunan umat beragama tetap terjalin. Banyak penelitian terkait meneliti kerukukan umat beragama pada sisi penyelesaian, bukan pada tindakan pencegahan. Penelitian ini lebih tertuju pada tindakan yang menyebabkan damai dalam relasi sosial umat beragama secara etnografis. Konsep analisis ini dengan mengacu pada etnografi terkait pada situasi budaya yang ada di Banyumas berdasarkan institusi sosial yang ada. Selama ini, memang di Banyumas tampak tenang-tenang saja, adapun yang perlu dikaji apakah nilai budaya yang membentuk keharmonisan antarumat beragama itu terbentuk. Deskripsi etnografis berusaha mengkaji pandangan hidup, dengan berbabagi disiplin yang membentuk konsep dan tidakan dalam kehidupan. Temuan dalam penelitian ini dapat tersurat dalam beberapa hal. Pertama, harmonisasi kerukunan umat beragama di Banyumas terjadi karena ada rasa toleransi masyarakat terkait dengan perbedaan. Kedua, harmonisasi kerukunan umat beragama di Banyumas umat beragama terbentuk oleh tindakan sosial budaya yang masih dalam satu lingkaran. Ketiga, k harmonisasi kerukunan umat beragama di Banyumas dapat tercipta melalui pemahaman nilai luhur, walaupun ada sisi yang berubah mengjadi global.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hadi, R. (2016). POLA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI BANYUMAS. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 14(1), 65–78. https://doi.org/10.24090/ibda.v14i1.560

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free