PENERIMAAN BEA LELANG: EMPIRICAL FACTOR ANALYSIS PADA PROSES LELANG ASET NEGARA DI INDONESIA

  • Sulaeman A
  • Mayasari L
N/ACitations
Citations of this article
75Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penerimaan negara bukan pajak menjadi salah satu penerimaan negara yang penting, salah satunya berasal dari penerimaan bea lelang. Bea Lelang dihitung dari harga laku lelang atas pelelangan atas aset-aset negara atau berhubungan dengan negara atas pelepasan aset tersebut. Penerimaan bea lelang menjadi objek penelitian. Penelitian ini membuktikan bahwa penerimaan bea lelang dipengaruhi oleh faktor-faktor dari jumlah peserta, aspek demografis pemenang lelang, masa tayang, dan nilai limit terhadap harga laku. Harga limit ini menjadi dasar pengenaan bea lelang sebagai penerimaan negara bukan pajak. Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Data dikumpulkan dari data pelelangan Kementerian Keuangan dan BPS. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis regresi dengan data cross section. Penelitian ini menemukan bahwa jumlah peserta lelang berpengaruh signifikan terhadap harga laku lelang yang terbentuk. Aspek demografis berupa umur pemenang lelang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan harga laku lelang. Masa tayang lelang tidak berpengaruh signifikan dalam peningkatan harga laku lelang. Nilai limit berpengaruh signifikan terhadap besarnya harga laku lelang yang terbentuk. Penelitian ini merekomendasikan penambahan publikasi lelang internet yang bersifat komersial yang utamanya ditargetkan pada pria.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulaeman, A. S., & Mayasari, L. P. C. D. (2023). PENERIMAAN BEA LELANG: EMPIRICAL FACTOR ANALYSIS PADA PROSES LELANG ASET NEGARA DI INDONESIA. EKUITAS (Jurnal Ekonomi Dan Keuangan), 7(1), 21–41. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2023.v7.i1.5085

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free