Hubungan Tingkat Pengetahuan Skabies Dengan Kejadian Skabies Santri Putra Di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon

  • Permata Y
  • Zulhaj M
  • Affanin S
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Skabies adalah suatu kelainan kulit yang seringkali disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Adapun beberapa factor penyebab seperti kurangnya pengetahuan di masyarakat, cara penyebaran serta pencegahan skabies menyebabkan angka kejadian skabies tinggi pada kelompok masyarakat. Skabies sering dikaitkan sebagai penyakit yang sering terjadi pada anak pesantren karena anak pesantren seringkali bertukar, pinjam meminjam pakaian, handuk, sarung, bahkan bantal, guling dan kasur kepada temannya, sehingga hal tersebut merupakan faktor penyebab scabies ini mudah tertular dari satu santri ke santri yang lain.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah 158 orang. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi spearman.Hasil: Analisis penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman, terdapat hubungan yang signifikan (p=0,000) antara tingkat pengetahuan skabies dengan kejadian skabies, dan didapatkan kekuatan korelasi sedang dengan arah korelasi positif (r = 0,561).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian skabies di Pondok Pesanten KHAS Kempek Cirebon.Latar Belakang: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yaitu Sarcoptes scabiei varietas hominis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faktor penyebab, carapenyebaran dan pencegahan skabies menyebabkan angka kejadian skabies tinggi pada kelompok masyarakat. Skabies ini sering dikaitkan sebagai penyakitnya anak pesantren alasannya karena anak pesantren gemar bertukar, pinjam meminjam pakaian, handuk, sarung, bahkan bantal, guling dan kasurnya kepada sesamanya, sehingga disinilah faktor penyebab penyakit mudah tertular dari satu santri ke santri yang lain. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 158 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Analisis statistik menggunakan uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,000) antara tingkat pengetahuan skabies dengan kejadian skabies, dan didapatkan kekuatan korelasi sedang dengan arah korelasi positif (r = 0,561). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian skabies di Pondok Pesanten KHAS Kempek Cirebon. Kata Kunci : Pengetahuan, Skabies

Cite

CITATION STYLE

APA

Permata, Y. N., Zulhaj, M. T., & Affanin, S. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Skabies Dengan Kejadian Skabies Santri Putra Di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 15(01), 195–200. https://doi.org/10.34305/jikbh.v15i01.1071

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free