Abstract
Penyakit kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dengan gejala klinis yang berbeda-beda, terutama menyerang kulit dan jaringan saraf tepi sehingga menimbulkan kelainan neurogeneratif yang dapat menyebabkan kecacatan serta masih menjadi stigma di masyarakat. Pemeriksaan laboratorium khususnya hapusan sayatan kulit penting untuk menegakkan diagnosis, sehingga dibutuhkan cara pengambilan sampel yang benar agar hasil akurat dan menurunkan risiko tertularnya infeksi kusta pada petugas laboratorium. Tujuan pengambilan hapusan sayatan kulit pada penderita adalah untuk menemukan bentukan bakteri Basil Tahan Asam (BTA).
Cite
CITATION STYLE
Ariningsih, I. A. K. (2023). Modifikasi Cara Pengambilan Sampel Hapusan Sayatan Kulit Yang Aman Bagi Petugas Laboratorium. Indonesian Journal of Laboratory, (3), 129. https://doi.org/10.22146/ijl.v0i3.88038
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.