Abstract
A B S T R A C T Latar Belakang : Stunting terjadi ketika bayi mengalami kegagalan kronis terkait kekurangan gizi untuk berkembang, yang menyebabkan anak-anak tumbuh terlalu pendek untuk usia mereka. Malnutrisi dapat dimulai selama perkembangan bayi di dalam rahim dan dalam beberapa bulan pertama setelah kelahiran, tetapi itu tidak memanifestasikan dirinya sampai anak berusia dua tahun. Status gizi ibu dan anak merupakan elemen penting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tujuan : Penelitian dilakukan pada tahun 2022 di Posyandu Melati 01, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor untuk mengetahui hubungan antara pola asuh, status gizi, dan kesadaran ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Penelitian kuantitatif adalah jenis yang digunakan dalam penyelidikan ini. 70 orang membentuk sampel penelitian. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling, dan kriteria inklusi adalah balita usia 0 bulan hingga 59 bulan dan ibu yang membawa balitanya ke Posyandu Melati 01 dan berdomisili di wilayah kerja Desa Jatisari. Hasil : Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan substansial antara pendekatan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,000), status gizi dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,002), dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,002). Kesimpulan : Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat kejadian stunting di Posyandu Melati 01, namun Berkenaan dengan prevalensi stunting, ada korelasi substansial antara pengasuhan, status gizi, dan pendidikan ibu. Kata Kunci : Pola Asuh, Status Gizi, Pengetahuan, Stunting
Cite
CITATION STYLE
Suhaemi, S., Hidayani, H., & Rini, A. S. (2023). HUBUNGAN POLA ASUH STATUS GIZI PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI POSYANDU MELATI 01 DESA JATISARI KECAMATAN CILEUNGSI TAHUN 2022. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(2), 615–622. https://doi.org/10.53801/sjki.v3i2.185
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.