Abstract
Sambal Boran adalah sambal khas Lamongan yang diolah dengan bahan dasar cabai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari Sambal Boran kemasan di UKM Silvana Food. Jenis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini ialah data primer yang diperoleh dari wawancara terhadap key informan yaitu pemilik UKM Silvana Food. Data yang dididapatkan kemudian dianalisis dengan menghitung biaya, pendapatan, dan nilai tambah dengan metode Hayami. Dari hasil perhitungan diperoleh total biaya bahan baku rata-rata yang dikeluarkan adalah Rp 25.000/kg, sumbangan input lain Rp 360.600/kg. Nilai output Rp 25.000/unit dan nilai tambah sebesar Rp 389.400/kg. Pendapatan yang didapatkan tenaga kerja Rp 37.500/unit. Dengan nilai margin sebesar Rp 750.000/kg, besarnya margin dari pengemasan sambal boran ini menunjukkan bahwa penjualan produk sambal boran kemasan dapat disimpulkan bahwa UKM Silvana Food mendapatkan nilai tambah dari pengolahan komoditas cabai menjadi sambal boran kemasan dan usaha tersebut layak untuk dikembangkan. Diharapkan pemilik UKM Silvana Food dapat meningkatkan pemasaran online melalui sosial commerce dan menjalin mitra dengan toko oleh-oleh setempat sehingga semakin berkembang dan permintaannya semakin meningkat di era pandemi covid-19.
Cite
CITATION STYLE
Rianti, T. S. M., Syanthori, A. D., & Sari, D. K. (2022). Nilai Tambah Pengolahan Sambal Boran Kemasan Pada UKM Silvana Food. Media Agribisnis, 6(1), 23–29. https://doi.org/10.35326/agribisnis.v6i1.2280
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.