Abstract
Energi primer di Indonesia didominasi oleh bahan bakar fosil, dimana penggunaan jangka panjangnya dapat merusak lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, energi baru terbarukan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif. Pemanfaatan energi baru terbarukan tergantung pada potensi lokal yang dapat dilihat dari penerimaan teknologi. Sedikitnya jumlah pengguna teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Indonesia dapat mengindikasikan bahwa adanya faktor pendorong yang belum diketahui. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendorong penerimaan teknologi PLTS atap di Indonesia. Dengan menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM), hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong utama penerimaan teknologi PLTS atap berdasarkan 167 responden masyarakat Indonesia yang belum menggunakan teknologi PLTS atap adalah price value, social influence, dan intensi. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi surya di Indonesia yang menekankan pada pentingnya faktor ekonomi dan pengaruh sosial.
Cite
CITATION STYLE
Wijayanti, A. M., & Wiratmadja, I. I. (2023). Faktor-Faktor Pendorong Penerimaan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia. Journal of Research in Industrial Engineering and Management, 1(2), 28–35. https://doi.org/10.61221/jriem.v1i2.16
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.