Abstract
Perbankan syariah di Indonesia dihadapkan persaingan yang semakin ketat dengan perbankan konvensional. Pangsa pasar perbankan syariah yang masih kecil, rendahnya literasi perbankan syariah di masyarakat serta keterbatasan aset ataupun sumber daya manusia menjadi masalah bagi perbankan syariah di Indonesia. Perbankan syariah perlu menilai kesehatan bisnisnya guna mengukur seberapa kuat mereka dapat bertahan ditengah era e-business dan fintech saat ini. Penelitian ini mengukur kesehatan keuangan bank umum syariah nasional devisa yang terdiri dari empat bank dengan menggunakan model Altman Z-Score dan Springate S-Score. Data diperoleh dari laporan keuangan dan menggunakan rasio untuk menghitung nilai skor. Dari hasil perhitungan menggunakan model Altman Z-Score, Bank BNI Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri berada pada zona aman, atau tidak terindikasi mengalami kesulitan keuangan. Sedangkan dengan menggunakan model Springate S-Score, Bank Muamalat menunjukkan kondisi kesulitan keuangan dengan nilai S-Score dibawah 0,862. Kondisi kesulitan keuangan sangat dipengaruhi oleh besarnya penjualan, laba, manajemen aset dan tingkat Non Performing Financing. Perlu adanya inovasi produk dan layanan serta pembenahan dalam hal manajemen pembiayaan. Disamping itu, perbankan syariah juga dituntut untuk memperluas pangsa pasarnya dengan memanfaatkan teknologi informasi agar dapat bersaing dengan perbankan konvensional.
Cite
CITATION STYLE
Nosita, F., & Jusman, J. (2019). Financial Distress Dengan Model Altman Dan Springate. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 20(2), 66–81. https://doi.org/10.30596/jimb.v20i2.3120
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.