GERAKAN FEMINISME MELAWAN BUDAYA PATRIARKI DI INDONESIA

  • Octaviani C
  • Prihantoro E
  • Sariyati
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
306Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini berfokus pada gerakan feminisme yaitu suatu ideologi perlawanan terhadap budaya patriarki di Indonesia yang ditampilkan oleh akun Instagram @lawanpatriarki. Feminisme dan patriarki lahir dari adanya praktik-praktik seksis yang merugikan gender tertentu. Sampai saat ini, budaya patriarki masih menjadi isu di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang menggunakan logika sebagai penalaran. Penalaran yang mendasar menurut Pierce dilakukan melalui tanda-tanda. Tanda-tanda memungkinkan manusia untuk berpikir, berhubungan dengan orang lain serta dapat memberi makna terhadap apa yang ditampilkan alam semesta. Data diperoleh dengan mengobservasi delapan unggahan akun Instagram @lawanpatriarki yang kemudian diklasifikasikan serta dimaknai dengan menggunakan Teori Segitiga Makna Charles S. Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki yang paling sering terjadi di Indonesia menurut akun @lawanpatriarki adalah diskriminasi gender dan pelecehan seksual. Budaya patriarki menempatkan perempuan di level kedua sedangkan laki-laki menjadi pihak yang superior dan kuat. Persamaan gender yang sering diwacanakan berbeda dengan implementasi di lapangan bahwa perempuan masih menduduki posisi kedua dalam masyarakat Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Octaviani, C. N., Prihantoro, E., Sariyati, & Banowo, E. (2022). GERAKAN FEMINISME MELAWAN BUDAYA PATRIARKI DI INDONESIA. BroadComm, 4(1), 23–35. https://doi.org/10.53856/bcomm.v4i1.232

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free