Studi Etnobotani Pemanfaatan Jenis-Jenis Mangrove Sebagai Tumbuhan Obat di Sulawesi

  • Purwanti R
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu hasil hutan non kayu mangrove yang penting adalah sebagai bahan baku obat-obatan.  Eksplorasi dan penelitian mengenai potensi mangrove sebagai bahan baku obat telah banyak dilakukan, tetapi penyebarluasan potensi dan khasiat mangrove ini belum banyak dilakukan dengan optimal sehingga masih banyak pihak yang kurang bahkan belum mengetahuinya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan tumbuhan mangrove oleh masyarakat pesisir di Sulawesi.  Metode pengumpulan data melalui survey lapangan dan wawancara terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan mangrove.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di pesisir Sulawesi baru mengenal 5 (lima) jenis tumbuhan mangrove sebagai bahan obat-obatan yaitu jenis Rhizophora  sp sebagai obat luka akibat digigit ikan dan kepiting, muntaber (akar muda), dan sebagai pewarna pakaian/jala ikan (kulit),   Xylocarpus granatum (buah) sebagai obat gatal-gatal kulit serta dapat menghaluskan kulit, Avicennia sp sebagai obat gatal-gatal pada kulit, Ceriops tagal dapat menguatkan gigi biasa digunakan sebagai pengganti sirih (buah) dan obat encok dan kurap (daun).  Minimnya pengetahuan masyarakat ini diakibatkan karena sosialisasi yag belum sampai ke mereka, dan pengetahuan ini hanya mereka dapatkan secara turun temurun dari orang tua mereka.  Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi tentang manfaat mangrove sebagai tumbuhan obat perlu lebih ditingkatkan lagi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Purwanti, R. (2016). Studi Etnobotani Pemanfaatan Jenis-Jenis Mangrove Sebagai Tumbuhan Obat di Sulawesi. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3, 340–348. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.131

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free