Studi Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Di Kota Surakarta

  • Nurrohmah A
  • Indarwati I
  • Rahmawatie Ratna Budi Utami D
N/ACitations
Citations of this article
104Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang : Anemia remaja merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi. Data Riskesdas (2018) menyebutkan bahwa kejadian anemia remaja putri berada pada 32 %. Masalah  gizi pada remaja putri berimplikasi serius terhadap kesejahteraan generasi di masa kini maupun masa depan. Tujuan   menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh(IMT) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode  Penelitian ini adalah analitik survey  dengan pendekatan cross sectional . Responden remaja putri kelas 7,8 dan 9 dari SMP Muhammadiyah di kota Surakarta sebanyak 105 orang. Data dikumpulkan bulan Mei 2025, Instrumen penelitian berupa Timbangan injak, microtoice , alat dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan stik Hb( Hb meter ). Data analisis menggunakan uji  Chi Square . Hasil Penelitian : Sebanyak 34,3% remaja putri mengalami anemia. Proporsi anemia lebih tinggi pada remaja dengan IMT kurang (69,4%) dibandingkan IMT normal (25,0%). Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan kejadian anemia (p-value = 0,002). Remaja dengan IMT kurang memiliki risiko anemia 1,8 kali lebih tinggi S impulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian anemia pada remaja putri, di mana status gizi kurang merupakan faktor risiko tertinggi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurrohmah, A., Indarwati, I., & Rahmawatie Ratna Budi Utami, D. (2026). Studi Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Di Kota Surakarta. Jurnal Kebidanan Indonesia, 17(1). https://doi.org/10.36419/jki.v17i1.1556

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free