Abstract
Dalam rangka memberikan solusi untuk kondisi learning loss yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia sejak pandemi COVID-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis kurikulum Merdeka. Untuk membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman mengenai kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek merilis platform “Merdeka Mengajar” yang dapat diunduh di Google Play Store. Namun pemanfaatan aplikasi tersebut masih belum mencapai target jumlah pengguna yang diharapkan sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan belum tercapainya target. Untuk mengetahui ketercapaian jumlah pengguna dilakukan tahapan proses analisis yaitu pengumpulan data, pra-pemrosesan data (pre-processing), pelabelan data (labelling), ekstraksi kata, klasifikasi, evaluasi klasifikasi, analisis sentimen menggunakan model naïve Bayes dan Support Vector Machine (SVM). Hasil penelitian menggunakan implementasi n-gram pada model naïve Bayes dan SVM, menunjukkan bahwa tingkat akurasi yang dihasilkan oleh masing-masing model adalah 86% dan 91%. Pengukuran sentimen menunjukkan bahwa ulasan pengguna bersentimen positif berjumlah 3.225 (57%), sedangkan ulasan bersentimen negatif berjumlah 2.421 (43%). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sentimen pada penggunaan aplikasi Merdeka Mengajar bernilai positif. Beberapa faktor yang menyebabkan pengguna memberikan ulasan negatif adalah kendala pada saat melakukan aktivasi, modul pembelajaran kurang lengkap, dan meminta pihak terkait untuk merilis aplikasi di IOS.
Cite
CITATION STYLE
Farhan, M., Ramayuda, M. D., & Ruldeviyani, Y. (2024). ANALISIS SENTIMEN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI MERDEKA MENGAJAR DI GOOGLE PLAY STORE. Jurnal Komputer Dan Informatika, 12(1), 64–74. https://doi.org/10.35508/jicon.v12i1.14303
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.