Abstract
Penelitian ini mengangkat isu androgini yang merupakan salah satu klasifikasi individu dengan orientasi peran gender: maskulin, feminin, androgini, dan undifferentiated-berbeda dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengungkapan diri androgini di media sosial di mana identitas diri tidak hanya terbatas pada bagaimana seseorang mengungkapkan siapa dirinya, namun bergeser menjadi suatu upaya untuk mem”branding”kan diri, menjadi daya tarik atau daya jual seseorang dan sebagai cara berkomunikasi untuk tetap ada/ eksis/ survive. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian multiliterasi-dari sejumlah buku, jurnal, teks symbol dan berbekal pemikiran kritis dan kolaboratif, menyimpulkan bahwa fashion menjadi bahasa komunikasi androgini dan pengungkapan diri dari sosok yang tidak biasa adalah personal branding yang kuat. Hal itu menjadi pengaruh (influence) bagi orang-orang yang mengikutinya di mana pengaruh tersebut adalah kekuatan politis untuk menerima keberadaan androgini, mengubah pemikiran dan mempengaruhi orang lain-khususnya remaja di era informatika.
Cite
CITATION STYLE
Sitanggang, A. (2020). Androgini: Popularitas dan Eksistensi Bagi Remaja di Era Digital. Jurnal Spektrum Komunikasi, 8(1), 30–44. https://doi.org/10.37826/spektrum.v8i1.73
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.