Androgini: Popularitas dan Eksistensi Bagi Remaja di Era Digital

  • Sitanggang A
N/ACitations
Citations of this article
94Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu androgini yang merupakan salah satu klasifikasi individu dengan orientasi peran gender: maskulin, feminin, androgini, dan undifferentiated-berbeda dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengungkapan diri androgini di media sosial di mana identitas diri tidak hanya terbatas pada bagaimana seseorang mengungkapkan siapa dirinya, namun bergeser menjadi suatu upaya untuk mem”branding”kan diri, menjadi daya tarik atau daya jual seseorang dan sebagai cara berkomunikasi untuk tetap ada/ eksis/ survive. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian multiliterasi-dari sejumlah buku, jurnal, teks symbol dan berbekal pemikiran kritis dan kolaboratif, menyimpulkan bahwa fashion menjadi bahasa komunikasi androgini dan pengungkapan diri dari sosok yang tidak biasa adalah personal branding yang kuat. Hal itu menjadi pengaruh (influence) bagi orang-orang yang mengikutinya di mana pengaruh tersebut adalah kekuatan politis untuk menerima keberadaan androgini, mengubah pemikiran dan mempengaruhi orang lain-khususnya remaja di era informatika.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sitanggang, A. (2020). Androgini: Popularitas dan Eksistensi Bagi Remaja di Era Digital. Jurnal Spektrum Komunikasi, 8(1), 30–44. https://doi.org/10.37826/spektrum.v8i1.73

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free