Abstract
Artikel ini membahas tentang Partisipasi Politik Masyarakat Adat Baduy dalam Pemilihan Umum. Kajian ini penting karena partisipasi politik masyarakat Baduy terikat erat dengan struktur politik tradisional mereka. Sementara itu, keterwakilan politik masyarakat adat sangat penting di tengah krisis representasi di lembaga politik formal melalui kontestasi elektoral. Artikel ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Kontestasi pemilu tidak berdampak signifikan terhadap kepentingan masyarakat Baduy. Penduduk Baduy tidak direpresentasikan oleh partai maupun kandidat di parlemen baik secara simbolik maupun substantif. partisipasi politik masyarakat adat Suku Baduy dalam pemilu legislatif tidak memiliki implikasi terhadap representasi politik. Kepentingan masyarakat adat Suku Baduy tidak terakomodasi oleh representasi formal melalui pintu pemilihan baik oleh partai maupun calon kandidat. Partisipasi politik dalam pemilu seringkali dipandang hanya berkaitan dengan teknis penyelenggaraan kepemiluan. Kandidat mengunjungi masyarakat suku baduy untuk mencoba merebut simpati pemilih. Setelah pemilu usai, partai atau kandidat menghilang tanpa jejak. Demokrasi representatif, partai atau anggota legislatif dituntut untuk menjalankan ide representasi yang mengedepankan kepentingan konstituen.
Cite
CITATION STYLE
Chairani, D. (2022). Partisipasi Politik Masyarakat Adat Baduy dalam Pemilihan Umum. De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(8), 322–327. https://doi.org/10.56393/decive.v2i8.1675
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.