Abstract
Disiplin merupakan suatu kondisi yang terbentuk melalui proses latihan yang berkelanjutan, di mana individu mengembangkan perilaku yang mencerminkan ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, serta ketertiban sebagai bentuk tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan, disiplin memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pelanggaran disiplin di sekolah masih sering terjadi, sehingga diperlukan upaya intervensi yang efektif untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat pelanggaran disiplin siswa dengan memberikan perlakuan (treatment) konseling behavioral teknik modeling kepada siswa kelas XI C1 dan C2 SMA Negeri 2 Singaraja. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi 30 butir pernyataan mengenai pelanggaran disiplin sekolah, observasi, serta pencatatan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif serta uji hipotesis menggunakan formula Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Whitung sebesar 14 lebih besar dari Wtabel 2, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, konseling kognitif behavioral teknik modeling terbukti efektif dalam menurunkan pelanggaran disiplin siswa di sekolah.
Cite
CITATION STYLE
Dannisa Levia Ulfa, Nyoman Dantes, & Ni Ketut Suarni. (2024). Pendekatan Konseling Kognitif Behavioral Teknik Modelling untuk Menurunkan Pelanggaran Disiplin Sekolah Pada Kelas Xl Bahasa SMA. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(3), 397–405. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i3.86199
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.