Membangun Ecotheology Qur’ani : Reformulasi Relasi Alam dan Manusia dalam Konteks Keindonesiaan

  • Marjan Fadil
N/ACitations
Citations of this article
71Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini menunjukkan hakikat penting relasi manusia (makhluk) dan alam dengan mengedepankan nilai agama Islam. Komponen alam ini terdiri dari hewan, air, tanah dan udara. Prinsip ecotheology ini membangun doktrin kepedulian umat muslim terhadap lingkungan, karena lingkungan telah menjadi isu penting dan sangat mengkhawatirkan pada masa sekarang. Terdapat pedoman penting yang harus diperhatikan dalam ecotheology Qur’ani ini, yakni pilar ketauhidan, khilafah, dan akhīrah (akuntabilitas). Prinsip ini dieksplorasi dari nilai-nilai yang telah diajarkan di dalam al-Qur’an dengan mengedepankan prinsip teologi. Hasil ini diharapkan mampu mengarusutamakan kembali perhatian umat Islam terhadap alam yang telah abai dengan ciptaan Tuhan dan berdampak pada upaya umat Islam mencegah, menjaga serta melestarikan segala ciptaan Tuhan, melalui pola pikir ataupun tindakan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Marjan Fadil. (2020). Membangun Ecotheology Qur’ani : Reformulasi Relasi Alam dan Manusia dalam Konteks Keindonesiaan. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(1), 84–100. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i1.25

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free