Pembelajaran Mufradat Bahasa Arab Melalui Media Anagram

  • Siregar S
  • Asep Sopian
  • Nunung Nursyamsiyah
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak : Penelitian ini mengupas permasalahan yang masih dirasa sulit bagi siswa dalam mempelajari bahasa Arab yakni motivasi untuk menghafal dan menguasai mufradat. Kebanyakan siswa pada awalnya bersemangat belajar, tetapi kemudian menjadi bosan dan malas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode ini, peneliti menggunakan pembahasan tentang permainan anagram berupa jurnal dan makalah untuk menambah data berupa penelitian sebelumnya tentang pembelajaran kosakata. Melalui observasi dengan guru bahasa Arab, media anagram cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab, anagram dapat meningkatkan minat siswa terhadap bahasa dan secara tidak langsung meningkatkan kadar CBSA dalam proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan aktivitas yang dilakukan siswa dalam permainan bahasa ini tidak hanya aktivitas fisik tetapi juga aktivitas mental.. Anagram adalah permainan kata, frasa, atau kalimat yang menciptakan makna baru ketika kata, frasa, atau kalimat disusun ulang. Secara umum, kata-kata yang dapat dianagram harus terdiri dari setidaknya 4 huruf karena mudah dikacaukan dengan kata-kata baru, tetapi ada banyak kata dengan kurang dari 4 huruf.

Cite

CITATION STYLE

APA

Siregar, S. D. P., Asep Sopian, & Nunung Nursyamsiyah. (2024). Pembelajaran Mufradat Bahasa Arab Melalui Media Anagram. Shaut Al Arabiyyah, 11(2), 503–511. https://doi.org/10.24252/saa.v11i2.32855

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free