Edukasi Pencegahan Dalam Penggunaan Kosmetika Berbahaya dan Bahan Tambahan Yang Dilarang di Dusun Turi

  • Astuti I
  • Erni A
  • Asrim W
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bahan tambahan yang dilarang merupakan bahan atau campuran bahan yang secara tidak resmi ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik maupun makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Seiring dengan maraknya sediaan kosmetika dan bahan pangan yang mengandung bahan tambahan yang berbahaya di kalangan masyarakat, maka perlu dilakukan edukasi melalui penyuluhan tentang bahan tambahan yang dilarang pada kosmetika maupun makanan. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahan tambahan yang dilarang pada kosmetika dan makanan. Metode edukasi yang digunakan yaitu penyuluhan/ sosialisasi. Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-ibu Dukuh Turi, Sumberagung, Jetis, Bantul. Evaluasi yang dilakukan melalui perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil pretest dan posttest kemudian dianalisis secara statistik. Berdasarkan hasil analisis statistik, penyuluhan berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap peningkatan pengetahuan Ibu-ibu Dukuh Turi mengenai bahan tambahan yang dilarang pada kosmetika dan makanan sebesar 91,4% setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.Bahan tambahan yang dilarang merupakan bahan atau campuran bahan yang secara tidak resmi ditambahkan ke dalam sediaan kosmetik maupun makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Seiring dengan maraknya sediaan kosmetika dan bahan pangan yang mengandung bahan tambahan yang berbahaya di kalangan masyarakat, maka perlu dilakukan edukasi melalui penyuluhan tentang bahan tambahan yang dilarang pada kosmetika maupun makanan. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahan tambahan yang dilarang pada kosmetika dan makanan. Metode edukasi yang digunakan yaitu penyuluhan/ sosialisasi. Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-ibu Dukuh Turi, Sumberagung, Jetis, Bantul. Evaluasi yang dilakukan melalui perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil pretest dan posttest kemudian dianalisis secara statistik. Berdasarkan hasil analisis statistik, penyuluhan berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap peningkatan pengetahuan Ibu-ibu Dukuh Turi mengenai bahan tambahan yang dilarang pada kosmetika dan makanan sebesar 91,4% setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Astuti, I., Erni, A., & Asrim, W. (2024). Edukasi Pencegahan Dalam Penggunaan Kosmetika Berbahaya dan Bahan Tambahan Yang Dilarang di Dusun Turi. Journal of Innovation in Community Empowerment, 6(2), 106–110. https://doi.org/10.30989/jice.v6i2.1350

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free