MASJID SEBAGAI PUSAT PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME BELANDA (STUDI KASUS: MASJID KERAMAT PULAU TENGAH KERINCI)

  • Mirdad J
N/ACitations
Citations of this article
61Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Semenjak kedatangan Islam ke Kerinci, masjid sudah memiliki posisi penting, ia tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, melainkan mempunyai multifungsi yang digunakan oleh para ulama dan umat Islam di Kerinci. Pada Awal Abad ke-20 merupakan puncak dari Kolonialisme Belanda di Indonesia, hampir disetiap penjuru wilayah Indonesia dijajah oleh Belanda termasuk wilayah Kerinci, untuk merespon kedatangan Belanda tersebut, ulama dan masyarakat Kerinci di sekitar Pulau Tengah menjadikan Masjid Keramat sebagai pusat perlawanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan pendekatan metode penelitian  sejarah, dengan ditemukan bahwa Masjid Keramat adalah pranata terpenting bagi masyarakat Kerinci, sehingga Masjid Keramat dijadikan pusat perlawanan yang berupa: tempat musyawarah, benteng pertahanan, tempat pembekalan para lasykar dan pembekalan ilmu agama.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mirdad, J. (2019). MASJID SEBAGAI PUSAT PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME BELANDA (STUDI KASUS: MASJID KERAMAT PULAU TENGAH KERINCI). Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 4(1), 1. https://doi.org/10.29300/ttjksi.v4i1.2203

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free