Abstract
Abstract: Bullying is a social phenomenon that still often occurs in society. Bullying is also included as a public problem that is of concern to the world, including the world of literature. The proof, found literary works in the form of novels that contain acts of bullying. The focus of this research is to describe the acts of bullying in Indonesian youth novels, which include (1) form, (2) causal factors, (3) the impact of bullying, and (4) the resilience of victims of bullying. This research is a descriptive qualitative research. The data sources of this research are the novel 00.00 by Ameylia Falensia, Kisah untuk Geri by Erisca Febriani, and Senior by Eko Ivano Winata. The data collection technique of this research is to read and record the data contained in the novel 00.00 by Ameylia Falensia, Kisah untuk Geri by Erisca Febriani, and Senior by Eko Ivano Winata. The results of this study indicate the presence of bullying and its resilience. First, there are four forms of bullying, namely physical, verbal, relational bullying, and property use. Second, there are five factors that cause bullying, namely individual factors, family, peers, school, and media. Third, there are two effects of bullying, namely physical and psychological impacts. Finally, there are seven aspects of bullying victims' resilience, namely impulse control, emotion regulation, empathy, optimism, causal analysis, self-efficacy, and reaching out. Keywords: youth novels, bullying, resilience Abstrak: Perundungan merupakan fenomena sosial yang masih sering terjadi dalam masyarakat. Perundungan juga termasuk ke dalam masalah publik yang menjadi perhatian dunia, termasuk dunia sastra, misalnya novel novel 00.00 karya Ameylia Falensia, Kisah untuk Geri karya Erisca Febriani, dan Senior karya Eko Ivano Winata yang memuat tindak perundungan. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak perundungan dalam novel remaja Indonesia, yang meliputi (1) bentuk, (2) faktor penyebab, (3) dampak perundungan, dan (4) resiliensi korban perundungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel 00.00 karya Ameylia Falensia, Kisah untuk Geri karya Erisca Febriani, dan Senior karya Eko Ivano Winata. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah membaca dan mencatat data-data yang termuat dalam novel 00.00 karya Ameylia Falensia, Kisah untuk Geri karya Erisca Febriani, dan Senior karya Eko Ivano Winata. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tindak perundungan dan resiliensinya. Pertama, terdapat empat bentuk perundungan, yakni perundungan fisik, verbal, relasional, dan penggunaan properti. Kedua, terdapat lima faktor penyebab terjadinya perundungan, yakni faktor individu, keluarga, teman sebaya, sekolah, dan media. Ketiga, terdapat dua dampak akibat perundungan, yakni dampak fisik dan psikis. Keempat, terdapat tujuh aspek resiliensi korban perundungan, yakni pengendalian impuls, regulasi emosi, empati, optimisme, analisis kausal, efikasi diri, dan reaching out. Kata kunci: novel remaja, perundungan, resiliensi
Cite
CITATION STYLE
Aji, W. M., & Zahro’, A. (2022). Tindak Perundungan dan Resiliensinya dalam Novel Remaja Indonesia. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(10), 1398–1416. https://doi.org/10.17977/um064v2i102022p1398-1416
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.