KECEMASAN TERKAIT ALAT/UNIT DIALISA PADA PASIEN GGK DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

  • Wahyudi C
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Untuk mengobati satu pasien dengan GGK, kami menggunakan frekuensi hemodialisa yang bervariasi tergantung pada kerusakan ginjal mereka, yaitu empat sampai lima jam dalam dua sampai tiga kali seminggu. Jenis pengobatan ini dapat menyebabkan stressor bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan lama Tingkat Dengan kekhawatiran laju hemodialisis terkait Peralatan / Dyalisis Satuan Pada Pasien GGK. Desain penelitian deskriptif digunakan analisis dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien GGK yang menjalani haemodialisa di unit haemodialisa RSPAD. Sampel representatif  berjumlah 131 responden. Hasil Dari hasil uji statistic didapatkan nilai P Value = 0,004 berarti P Value < 0,05, sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisa dengan tingkat kecemasan klien terkait alat/unit dyalisis pada klien gagal ginjal di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyudi, C. T. (2019). KECEMASAN TERKAIT ALAT/UNIT DIALISA PADA PASIEN GGK DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.52020/jkwgi.v2i1.849

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free