Abstract
Antioksidan merupakan senyawa pemberi elektron atau reduktan. Senyawa ini memiliki berat molekul kecil, tetapi mampu mengaktivasi berkembangnya reaksi oksidasi dengan cara mencegah terbentuknya radikal. Radikal bebas dapat mengoksidasi asam nukleat, protein, lemah, dan DNA sel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dan kapasitas antioksidan biji kopi robusta (Coffea canephora P) dari daerah Bogor, Kuningan, dan Sumedang. Biji kopi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Kapasitas antioksidan ditentukan dengan metode ABTS dan FRAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan pada biji kopi robusta dari daerah Sumedang diperoleh nilai IC50 sebesar 53,26 mg/L, daerah Kuningan diperoleh nilai sebesar IC50 59,02 mg/L, dan dari daerah Bogor didapatkan nilai IC50 sebesar 61,17 mg/L. Hasil pengujian terhadap kapasitas antioksidan dari biji kopi robusta dengan metode ABTS diperoleh nilai kapasitas antioksidan yang lebih rendah daripada metode FRAP. Perolehan nilai kapasitas antioksidan dari daerah Sumedang, yaitu sebesar 56,35 mg AAE/g ekstrak, dari daerah Bogor sebesar 67,52 mg AAE/g ekstrak, dan daerah Kuningan sebesar 40,81 mg AAE/g ekstrak.
Cite
CITATION STYLE
Novi Fajar Utami, Sri Maryanti, & Sutanto. (2023). Kapasitas Antioksidan Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora P.) di Daerah Bogor, Kuningan, dan Sumedang. In Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Isotop dan Radiasi 2021: Peran Isotop dan Radiasi untuk Indonesia yang Berdaya Saing. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.690.c642
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.