FABRIKASI MEMBRAN POLIMER BERBASIS LIMBAH STYROFOAM SEBAGAI ELEKTROLIT PADA BATERAI TERBARUKAN

  • Eri Widianto N
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Baterai merupakan salah satu bentuk teknologi penyimpan energi yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Baterai memiliki tiga bagian, yaitu katoda, anoda dan elektrolit. Katoda sebagai kutub positif, anoda sebagai kutub negatif dan elektrolit sebagai konduktor ionik. Pemakaian larutan sebagai elektrolit dapat menyebabkan masalah yaitu dapat bocor dan mudah terbakar. Sehingga dibutuhkan membran elektrolit yang lebih aman, lebih praktis dan dapat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dan tipis. Limbah styrofoam mengandung zat berbahaya bagi tubuh dan susah terurai dalam tanah. Tetapi styrofoam banyak mengandung polimer yaitu polistiren, yang dapat diaplikasikan sebagai bahan pembuat membran elektrolit. Oleh karena itu, penelitian ini akan dilakukan fabrikasi membran polimer berbasis limbah styrofoam serta karakterisasi sifat-sifatnya. Pemanfaatan limbah styrofoam ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih serta dapat menjadi bahan untuk energi alternatif baru seperti fuel cell, baterai dan sel surya. Membran polimer ini berpotensi untuk diaplikasikan pada fuel cell, baterai Lithium dan sel surya. Pemanfaatan limbah styrofoam ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih serta dapat menjadi bahan untuk energi alternatif baru.

Cite

CITATION STYLE

APA

Eri Widianto, N. F. (2018). FABRIKASI MEMBRAN POLIMER BERBASIS LIMBAH STYROFOAM SEBAGAI ELEKTROLIT PADA BATERAI TERBARUKAN. Barometer, 3(1), 119–121. https://doi.org/10.35261/barometer.v3i1.1262

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free