Abstract
Hunian masyarakat pengrajin tempe di Kampung Sanan Malang merupakan hunian yang terbentuk dari penyesuaian budaya masyarakat tehadap globalisasi yang salah satunya berdampak terhadap ekonomi. Pada awalnya, hunian di kampung ini hanya digunakan untuk tempat tinggal, namun kemudian penduduk mulai menggunakan hunian mereka untuk memproduksi serta menjual tempe dan keripik tempe, dan saat ini Kampung Sanan telah menjadi sentra industri tempe. Kegiatan memproduksi tempe bagi masyarakat Kampung Sanan merupakan Budaya Lokal turun-temurun yang memungkinkan terjadinya perbedaan tipologi karakteristik fasad hunian masing-masing pengrajin tempe. Tujuan utama dari kajian ini adalah mendeskripsikan tipologi karakteristik fasad hunian masyarakat kampung Sanan Malang sesusai jenis usahanya dalam industri tempe. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan tipologi berdasar pada bukti empiris, tipomorfo, relasi fungsi, dan bentuk. Pengumpulan datanya dilakukan dengan pengambilan foto, video, wawancara mendalam dan observasi kemudian dianalisis untuk mendapatkan gambaran dan kesimpulan yang dapat menjawab permasalahan dan mencapai tujuan studi. Kesimpulan dari studi ini menyebutkan bahwa tipologi karakteristik fasad hunian masyarakat Kampung Sanan secara langsung dan tak langsung memunculkan identitas dan tradisi baru yang berjalan beriringan dengan tradisi yang lama. Perbedaan karakteristik fasad antar pengrajin tempe juga dipengaruhi oleh besar kecilnya omset masing-masing pengrajin.
Cite
CITATION STYLE
Nugroho, R. (2017). Tipologi Fasad Hunian Pengrajin Tempe Koridor Jalan Sanan Malang. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 9(1). https://doi.org/10.26905/lw.v9i1.1867
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.