Pendidikan Agama Islam Berbasis Neurosains dan Perspektif Akal Bertingkat Ibnu Sina di Sekolah: Implikasinya terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Pandemi Covid-19

  • Jailani M
  • Suyadi S
N/ACitations
Citations of this article
157Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Adanya Pandemi Covid-19 pembelajaran pendidikan agama Islam kurang efektif, dampaknya t terhadap belajar siswa. Di antaranya karena pembelajaran belum sesuai dengan cara belajar         ssiswa berbasis otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembelajaran pendidikan Islam di   masa covid-19 dalam perspektif akal bertingkat Ibnu Sina dan neurosains. Data penelitian ini   melalui (penelusuran) terhadap literatur deskripsi jurnal ilmiah maupun pencermatan terhadap   referensi-referensi karya penelitian, serta data informasi wawancara di sekolah. Penelitian ini   merupakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa   pembelajaran pendidikan Islam berbasis  akal bertingkat Ibnu Sina dan neurosains, mampu   memahami materi secara teoritik dan emperik baik belajar secara teori (belajar Al-Qur’an)   maupun secara praktek (sholat). Berimplikasi  pada siswa dalam memahami, mengembangkan   minat, mengevaluasi, dan menghasilkan karya belajar terhadap diskursus pendidikan Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jailani, M., & Suyadi, S. (2021). Pendidikan Agama Islam Berbasis Neurosains dan Perspektif Akal Bertingkat Ibnu Sina di Sekolah: Implikasinya terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Litbang Edusaintech, 2(2), 123–134. https://doi.org/10.51402/jle.v2i2.55

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free