REPRESENTASI PENGARANG DAN AJARAN TAMANSISWA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN

  • Rochmiyati S
  • Widowati W
  • Rufaidah D
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan representasi pengarang dan ajaran Tamansiswa yang terdapat dalam novel Ibuk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian sosiologi sastra ini difokuskan pada sosiologi pengarang. Data berupa frasa, kalimat yang memuat aspek sosiologi pengarang dan ajaran Tamansiswa, bersumber dari novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Data dianalisis dengan analisis interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Ibuk, tidak lepas dari latar belakang pengarang meliputi latar belakang sosial budaya, status sosial, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat kepengarangan. Dalam novel Ibuk memuat ajaran kehidupan berdasarkan ajaran Tamansiswa yang meliputi tripantangan, trisentra pendidikan, trijuang, trikon, dan tri-N. Pada novel Ibuk tripantangan meliputi pantangan menyalahgunakan kekuasaan, keuangan, dan kesusilaan. Trisentra pendidikan mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Trijuang meliputi perjuangan untuk membrantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan, sedangkan trikon mencakup konsentris dan konvergen. Tri-N dalam novel meliputi niteni, nirokke, dan nambahi.Kata kunci: Representasi pengarang, ajaran Tamansiswa, Novel

Cite

CITATION STYLE

APA

Rochmiyati, S., Widowati, W., & Rufaidah, D. (2022). REPRESENTASI PENGARANG DAN AJARAN TAMANSISWA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(2), 141. https://doi.org/10.31000/lgrm.v11i2.6646

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free