Detection Tuna and Processed Products Based Protein and DNA Barcoding

  • Wulansari N
  • Nurilmala M
  • Nurjanah N
N/ACitations
Citations of this article
121Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditi perikanan terbesar kedua di Indonesia setelah udang. Permintaan ikan tuna yang tinggi dan semakin terbatasnya stok ikan tuna terutama bluefin tuna mengakibatkan maraknya pemalsuan. Autentikasi diperlukan untuk meyakinkan konsumen tentang keakuratan pelabelan serta menjaga kualitas dan keamanan pangan. Pada penelitian ini, autentikasi dilakukan berdasarkan protein dan DNA barcoding. DNA barcoding menggunakan cytochrome b (cyt b) dari DNA mitokondria sebagai gen target. Primer gen cyt b dirancang berdasarkan tuna spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keaslian ikan tuna dan produk olahannya melalui protein metode SDS-PAGE dan teknik DNA barcoding. Tahapan penelitian ini yaitu elektroforesis protein melalui SDS-PAGE, ekstraksi DNA, PCR amplifikasi, elektroforesis, dan sekuensing. Sampel yang diuji berupa ikan segar (Tu1, Tu2, Tu3, Tu4, dan Tu5), dan olahan tuna (kaleng dan steak) berhasil diekstraksi. Hasil SDS-PAGE membuktikan kerusakan protein pada olahan ikan tuna, sehingga metode ini tidak tepat jika digunakan untuk mengidentifikasi keaslian ikan tuna. Hasil elektroforesis PCR menunjukkan bahwa sampel ikan tuna, tuna kaleng, dan steak tuna berhasil teramplifikasi pada rentang antara 500–750 bp, hal ini sesuai dengan DNA target yaitu sebesar 620 bp. Hasil sekuen diperoleh bahwa Tu2, Tu3, Tu4 dan Tu5 teridentifikasi sesuai hasil morfometrik yaitu T. albacares, sedangkan Tu1 teridentifikasi T. obesus dengan tingkat homologi sebesar 99%. Olahan steak tuna dan tuna kaleng teridentifikasi sebagai T. albacares, hal ini sesuai dengan yang tertera pada label yaitu tuna. Kata kunci: autentikasi, cyt b, DNA barcoding, desain primer, SDS-PAGE. Abstract Tuna is the second largest fishery commodity in Indonesia after the shrimp. Since the high demand and the limited stock of tuna resulted in fraudulent chance. Authentication is required to meassure consumers regarding the accuracy of its labeling and food safety. In this study, the authentication was based on protein and DNA barcoding using cytochrome-b gene (cyt-b) of the mitochondrial DNA as the target of gene. Primer of cyt b gene was designed based on the tuna species. This study aimed to identify the authenticity of tuna fresh and its processed products through protein using SDS-PAGE

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulansari, N., Nurilmala, M., & Nurjanah, N. (2015). Detection Tuna and Processed Products Based Protein and DNA Barcoding. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 18(2), 119–127. https://doi.org/10.17844/jphpi.2015.18.2.119

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free