Abstract
Keselamatan pasien adalah prinsip dasar dalam melaksanakan perawatan pasien yang menjadi bagian dari hak pasien. Pelayanan kefarmasian salah satu bagian dari pelaksana keselamatan pasien. Keselamatan pasien adalah variabel yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan tenaga kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara demografi karakteristik tenaga kefarmasian dengan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 39 tenaga kefarmasian. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan november 2020 menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari 6 sasaran keselamatan pasien oleh Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) 2018 edisi 1.1. Analisis data menggunakan Spearman’s-Rho dan uji korelasi Eta. Hasil penelitian yang dilakukan dari 39 responden menunjukkan bahwa pelaksanaan keselamatan pasien telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan adanya korelasi demografi terhadap keselamatan pasien meliputi lama kerja terhadap patient safety sebesar 0,672 dan korelasi lemah usia dengan status pendidikan terhadap implementasi patient safety di RSI Sultan Agung Semarang. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,238 dan 0,370 dengan nilai signifikansi p<0,05. Terdapat hubungan bermakna antara lama kerja dengan penerapan patient safety dan tidak terdapat hubungan bermakna antara Jenis kelamin, profesi, status pernikahan, usia, pendidikan terakhir dan tempat bekerja dengan signifikansi p>0,05.
Cite
CITATION STYLE
Pranata, M., Qibtiyah, Z. M., & Fatiha, C. N. (2022). Hubungan Demografi Tenaga Kefarmasian terhadap Patient safety di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Kota Semarang. JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 20(1), 136. https://doi.org/10.35814/jifi.v20i1.1072
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.