PENGARUH PENGKAYAAN PUPUK ORGANIK DENGAN BFA DAN ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS

  • Sulakhudin S
  • Sunarminto B
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hasil jagung manis di Indonesia per hektarnya masih rendah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka selain pupuk anorganik, tanaman jagung manis membutuhkan pupuk organik. Salah satu sumber pupuk organik adalah pupuk kandang kambing karena kambing merupakan bagian integral dari sistem usahatani yang diterapkan di pedesaan. Kandungan hara yang rendah dari pupuk kandang kambing menyebabkan kebutuhan per hektarnya menjadi sangat banyak dan kesulitan dalam penggadaannya. Untuk itu perlu dilakukan pengkayaan dengan menggunakan batuan fosfat, dan zeolit.  Sementara itu, nilai estetika pupuk organik diatasi dengan membentuk pupuk granul. Percobaan pengujiaan efektivitas pupuk organik di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkayaan pupuk kandang kambing dengan BFA atau Zeolit dapat meningkat nilai pH, kadar C-organik dan bahan organik tanah. Zeolit meningkatkan pertumbuhan tanaman Jagung Manis pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan BFA meningkatkan diameter daun. Takaran Zeolit 4,5% dapat menghasilkan berat dan panjang tongkol paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulakhudin, S., & Sunarminto, B. H. (2016). PENGARUH PENGKAYAAN PUPUK ORGANIK DENGAN BFA DAN ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS. Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah Dan Sumber Daya Lahan, 1(1), 25. https://doi.org/10.26418/pedontropika.v1i1.15600

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free