"Kail sejengkal janganlah menduga dalam lautan": Mengapa psikologi perlu lebih daripada studi empiris

  • Himawan K
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mayoritas studi di bidang psikologi menekankan pada paradigma berbasis pada bukti yang mengandalkan observasi objektif (positivisme) maupun integritas dan kompetensi peneliti (konstruktivisme) dalam menginterpretasikan sebuah realita. Paradigma ini seringkali diimplementasikan secara reduksionistik, di mana studi ilmiah di bidang psikologi hanya dapat dilakukan melalui metode empiris yang mengandalkan data primer. Ini adalah realita yang terjadi, terutama di Indonesia, di mana kebanyakan publikasi ilmiah di bidang psikologi mengisyaratkan studi empiris dengan metode kuantitatif dan/atau kualitatif. Dalam catatan ini, saya memperkenalkan berbagai metode alternatif selain studi yang mengandalkan data primer untuk menjustifikasi nilai kebenaran dan kegunaan dari suatu argumen. Berkenaan dengan hal itu, catatan ini juga hendak menginformasikan langkah strategis Jurnal Psikologi Ulayat untuk mewadahi bentuk publikasi dengan telaah sejawat selain studi empiris demi mewujudkan diseminasi yang cepat dan akurat mengenai perkembangan pengetahuan di bidang psikologi ulayat di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Himawan, K. K. (2020). “Kail sejengkal janganlah menduga dalam lautan”: Mengapa psikologi perlu lebih daripada studi empiris. Jurnal Psikologi Ulayat, 7(2), 111–112. https://doi.org/10.24854/jpu348

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free