Abstract
Abstrak HIV/AIDS selama ini telah menjadi masalah kesehatan diberbagai dunia, hingga saat ini terdapat 38 juta orang lebih telah dinyatakan positif HIV dan 770.000 meninggal karena AIDS.data estimasi Jawa Tengah tahun 2016 meningkat menjadi 70.354 kasus. Untuk mencegah terjadinya HIV/AIDS perlu diketahui karakteristik dari penderita HIV/AIDS diantaranya sosiodemografi seperti umur, jenis kelamin, pendidikan ,penghasilan dan status penikahan. Setelah dilakukan penelitian Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang  pada oktober  tahun 2017 terdapat 32  penderita HIV/AIDS yang sedang melakukan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Pendidikan dan jenis kelamin  dengan Kejadian HIV/AIDS Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang.Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasi analitik dengan analisa bivariate menggunakan  cross sectional. Dengan menyebar kuesioner kepada 32 responden  yang sedang memeriksakan diri Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang. Analisa data menggunakan uji chi square Diperoleh hasil dari karasteristik responden  berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak pada jenjang pendidikan SMA/sederajat yaitu 56% dengan P value 0,916.Kesimpulan dari penelitian H0 diterima sehingga tidak terdapat pengaruh tingkat pendidikan dengan kejadian HIV/AIDS di Balai Kesehatn Paru Masyarakat ( BKPM ) Semarang.  Kata Kunci : Tingkat Pendidikan , Kejadian, HIV/AIDS
Cite
CITATION STYLE
Kurniawati, Y. (2023). PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN HIV/AIDS. Jurnal Bidan Pintar, 3(2). https://doi.org/10.30737/jubitar.v3i2.1674
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.