Abstract
Gipsum dan potensi kotoran sapi sebagai ameliorant untuk meningkatkan produksi tanaman di bawah tekanan garam atau kondisi garam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek gipsum dan kotoran sapi pada penyerapan Na, K dan hasil genotipe kedelai dalam kondisi garam. Penelitian ini dilakukan di Green House Jatikerto Experimental Farm Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dari Juni hingga September 2014. Penelitian ini disusun dalam desain plot terpisah. Plot utama adalah genotipe kedelai terdiri dari dua varietas rentan garam (G1 = Wilis dan G2 = Tanggamus) dan dua genotipe toleran garam (G3 = genotipe IAC, 100 / Bur / / Malabar dan G4 = genotipe Argopuro / / IAC, 100); sub plot adalah aplikasi ameliorant terdiri dari A0 = tanpa ameliorant; A1 = kotoran sapi (20 t/ha); dan A2 = gipsum (5 t/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leaf Chlorophyll Index dalam varietas rentan dan genotipe toleran ditingkatkan dengan aplikasi ameliorant. Akumulasi rasio proline dan K / Na dalam varietas rentan lebih tinggi daripada genotipe toleran. Aplikasi Ameliorant pada genotipe toleran meningkatkan hasil biji-bijian lebih tinggi daripada varietas yang rentan. Efek gipsum dan kotoran sapi pada hasil, kandungan proline, dan rasio K/Na genotipe kedelai dalam kondisi garam.
Cite
CITATION STYLE
Yamika, W. S. D., Aini, N., Setiawan, A., & Purwaningrahayu, R. D. (2018). Effect of gypsum and cow manure on yield, proline content, and K/Na ratio of soybean genotypes under saline conditions. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 5(2), 1047–1053. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2018.052.1047
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.