Abstract
ABSTRAK Kawasan pesisir Pademawu yang beralih fungsi menjadi pusat pertanian garam menimbulkan beberapa dampak negatif yang salah satunya adalah permasalahan kerentanan sumber daya air tanah. Beberapa sumur gali milik penduduk sudah berubah menjadi payau hingga asin. Evaluasi terhadap kualitas air tanah di kawasan tersebut sangat dibutuhkan untuk mengetahui kerentanan air tanah. Penilaian kerentanan air tanah dilakukan berdasarkan parameter hidrogeokimia dan indeks kualitas air Water Quality Index (WQI). Fasies hidrokimia air tanah didominasi oleh fasies CaHCO3 kemudian NaHCO3 dan NaCl. Nilai rasio Na/Cl dan Cl/HCO3 menunjukkan bahwa dalam air tanah daerah penelitian telah terjadi proses pencampuran air laut ke dalam akuifer dengan kategori penyusupan air laut sedikit hingga agak tinggi. Kondisi tersebut didominasi oleh proses infiltrasi air tambak garam ke dalam akuifer. Nilai Water Quality Index (WQI) berkisar 46,69- 736,42, kategori WQI good water mendominasi wilayah penelitian sebanyak 45,45%, excellent 27,28%, poor water 18,18% dan satu sampel air masuk kategori 9,09%. Lokasi dengan kategori poor water dan very poor water berada di sumur gali penduduk yang berdekatan dengan garis pantai dan tambak garam. Pengaturan tataguna lahan antara kawasan pemukiman dan tambak garam sangat dibutuhkan sehingga tidak memperluas area kerentanan air tanah di pesisir Pademawu. Kata kunci: Kerentanan, air tanah, pesisir, hidrogeokimia, water quality index, Madura.
Cite
CITATION STYLE
Gemilang, W. A., & Bakti, H. (2019). Kerentanan Air Tanah di Kawasan Pertanian Garam Pesisir Pademawu, Madura berdasarkan Karakteristik Hidrogeokimia dan Indeks Kualitas Air. RISET Geologi Dan Pertambangan, 29(1), 115. https://doi.org/10.14203/risetgeotam2019.v29.1005
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.