Analisis Konvergensi Simbolik Netizen dalam Komunikasi Politik Digital Isu Banjir @dkijakarta Era Pramono Anung

  • Hamdi A
  • Ahsyan Annu'man M
  • Maritza Riad S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini menganalisis konvergensi simbolik netizen dalam komunikasi politik digital tentang mitigasi banjir Jakarta melalui akun Instagram resmi @dkijakarta pada minggu pertama pemerintahan Gubernur Pramono Anung. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, enam unggahan bertema banjir (20–27 Februari 2025) diamati, dan 360 komentar pengguna dianalisis berdasarkan tema fantasi, isyarat simbolik, dan peran komunikatif. Tiga sub‐tema fantasi ditemukan: akuntabilitas gubernur atas banjir historis, dukungan bersyarat terhadap kebijakan baru, dan frustrasi terhadap masalah tak terselesaikan. Interaksi netizen terbagi menjadi tiga kategori harapan (150 komentar), saran konstruktif (120 komentar), dan skeptisisme/pesimisme (90 komentar) mengungkap visi retoris kolektif yang mendukung sekaligus menantang narasi pemerintah. Meskipun visual @dkijakarta menampilkan upaya infrastruktur dan teknologi kontrol banjir digital, pola komunikasi satu arah menimbulkan interpretasi terpolarisasi: sebagian memuji transparansi dan proaktivitas, sedangkan sebagian lain menilai sekadar pencitraan. Dengan menerapkan Teori Konvergensi Simbolik Bormann dan etika dialogis I–Thou versus I–It Buber, studi menemukan potensi partisipatif yang belum dimanfaatkan tanpa dialog responsif. Rekomendasi mencakup balasan publik terkurasi, sesi tanya jawab langsung, dan integrasi komentar sistematis untuk menciptakan interaksi dua arah, membangun legitimasi politik, dan mempertahankan rantai fantasi positif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hamdi, A., Ahsyan Annu’man, M., Maritza Riad, S., Azzahran Setiawan, D., Rafiq Al Munawar, S., Nur Hanifah, A., & Haizi, S. (2026). Analisis Konvergensi Simbolik Netizen dalam Komunikasi Politik Digital Isu Banjir @dkijakarta Era Pramono Anung. Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi, 15(2), 255–263. https://doi.org/10.34010/jipsi.v15i2.16983

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free