Petani Karet di Kabupaten Kampar Pada Tahun 2010-2019: Pasang Surut Ekonomi dan Gaya Hidup Petani Desa Salo

  • Rachma Wita P
  • Asri Z
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengenai Petani Karet di Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar pada tahun 2010-2019. Di Desa Salo pertanian menjadi salah satu sektor utama bagi masyarakat sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Penelitian ini mendeskripsikan pasang surut ekonomi masyarakat Desa Salo yang terjadi akibat fluktuasi harga karet dan pengaruhnya bagi gaya hidup petani. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui empat tahap (1) heuristik (2) kritik suber (3) interpretasi (4) historiografi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Salo merupakan Desa yang memiliki 67,3% penduduknya bekerja sebagai petani karet sehingga menjadi sektor penggerak perekonomian masyarakat. Pada tahun 2010-2019 harga karet mengalami fluktuasi harga. Turun naiknya harga karet berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Kenaikan harga karet berdampak pada keadaan ekonomi yang membaik menimbulkan perubahan gaya hidup pada masyarakat petani Desa Salo. Gaya hidup petani karet terlihat dari cara berbusana  yang lebih modern, tingkat pendidikan, makanan dan terlihatdari bagaimana mereka menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya hidup yang terbentuk pada saat ekonomi membaik tidak dapat di hilangkan oleh petani saat ekonomi menurun, sehingga petani kewalahan dalam mengontrol gaya hidupnya. Petani memilih menggadaikan lahan perkebunan kepada pihak Bank dan Renternir agar gaya hidup petani dapat terpenuhi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rachma Wita, P. A., & Asri, Z. (2021). Petani Karet di Kabupaten Kampar Pada Tahun 2010-2019: Pasang Surut Ekonomi dan Gaya Hidup Petani Desa Salo. Jurnal Kronologi, 3(1), 338–351. https://doi.org/10.24036/jk.v3i1.100

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free