Pengaruh Brain Gym Terhadap Kadar Kortisol Selama Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra-sekolah

  • Wilujeng A
N/ACitations
Citations of this article
36Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hospitalisasi membuat anak menjadi takut dan cemas sehingga bisa mempengaruhi lamanya hari perawatan. Brain gym membantu anak untuk dapat memanfaatkan seluruh potensi otak alamiahnya melalui gerakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brain gym  terhadap kadar kortisol anak prasekolah selama hospitalisasi. Peneliti menggunakan desain quasy experiment dengan melakukan penilaian kadar kortisol sebelum dan sesudah diberikan senam otak dan melibatkan kelompok kontrol sebagai pembanding. Responden yang terlibat pada penelitian ini anak usia 3-5 tahun yang diketahui mengalami cemas akibat hospitalisasi berjumlah 10 anak yang diambil menggunakan  tehnik purposive sampling. Hasil paired t test pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar kortisol sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam otak dengan nilai ρ = 0,012 sedangkan hasil uji paired t test pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar kortisol sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam otak dengan nilai ρ = 0,217. Senam otak merupakan metode gerak yang menimbulkan perasaan senang dan nyaman pada anak serta menurunkan kecemasan. Pemberian senam otak yang dikemas dengan pendekatan bermain maka kecemasan anak karena hospitalisasi menjadi berkurang. Pemberian senam otak dapat dikembangkan di ruang perawatan untuk membantu anak dalam relaksasi sehingga mengurangi kecemasan anak karena dirawat untuk memenuhi kenyamanan anak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wilujeng, A. P. (2018). Pengaruh Brain Gym Terhadap Kadar Kortisol Selama Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra-sekolah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 3(1). https://doi.org/10.30651/jkm.v3i1.1584

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free