ANALISIS NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS: ASPEK RELIGIUS HUBUNGAN MANUSIA DENGAN DIRI SENDIRI

  • Hamimah I
  • Khofifah N
  • Susetya H
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Menjadi manusia yang sempurna adalah hal yang tidak mungkin terjadi di dunia. Namun, menjadi manusia yang berusaha dan bertekad menuju sempurna adalah hal bisa dicapai dengan segala keyakinan hati dan permohonan kelurusan di jalan Alah SWT. disertai dengan usaha diri menuju kebaikan yang haqiqi. Hal ini dapat disebut sebagai dimensi religius seseorang diri manusia terhadap diri sendiri. Menanamkan sifat keagamaan yang kuat dan kesiapan hati untuk menuju ke jalan yang benar. Kekuatan sifat religius terhadap diri sendiri dapat diaplikasikan dalam berbagai keadaan. Seperti keadaan bahagia, sedih, kecewa, terkesan atau sebagainya. Keadaan tersebut sangatlah membuktikan seberapa besar seseorang menggunakan sikap kereligiusan terhadap diri sendiri. Artikel berikut berisi beberapa penggalan sikap religi terhadap diri sendiri yang mampu menambah wawasan kita terhadap dimensi sikap ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hamimah, I., Khofifah, N., & Susetya, H. H. H. (2022). ANALISIS NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS: ASPEK RELIGIUS HUBUNGAN MANUSIA DENGAN DIRI SENDIRI. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 6(3), 987. https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i3.5933

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free