Hakikat Manusia dalam Konteks Ilmu Pendidikan Islam

  • Nurrahmayanti A
  • Nurlatipah D
  • Irwan
N/ACitations
Citations of this article
80Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karena masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan, penelitian tentang potensi terbesar umat manusia kemungkinan besar tidak akan pernah terselesaikan. Jika seseorang tidak dapat memahami sifat manusia pada akhirnya akan muncul fenomena-fenomena tak kasat mata. Tujuan kajian ini adalah untuk mengedukasi pembaca tentang hakikat manusia, termasuk prinsip-prinsip dasar hakikat manusia dan penerapannya dalam konteks Pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan ini menggunakan metodologi kualitatif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif analitis merupakan salah satu metode dokumentasi. Berdasarkan pada fakta yang telah diverifikasi, dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Islam, manusia terbagi menjadi dua unsur: jasmani dan golongan rohani. Masing-masing mempunyai hubungan satu sama lain yang saling menguntungkan, dan kemudian Allah menciptakan potensi bagi keduanya. Alquran menjelaskan dengan istilah-istilah al-basyar, al-insan, dan al-nas.  Manusia terdiri dari perpaduan ruh dan jasad, serta keberadaannya. Setiap manusia adalah unik karena mereka semua dipengaruhi oleh potensi yang berbeda- beda. Manusia membutuhkan manusia lain sebagai anggota masyarakat. Pendidikan Islam harus mengembangkan konsep qalbiyah dan aqlyiah. Ia juga harus mengejar pengembangan potensi agar menjadi sarana mentransformasikan pengetahuan pada masyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurrahmayanti, A., Nurlatipah, D., & Irwan. (2024). Hakikat Manusia dalam Konteks Ilmu Pendidikan Islam. Al-Fiqh, 1(3), 113–118. https://doi.org/10.59996/al-fiqh.v1i3.291

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free