Abstract
Selama pandemi COVID-19, pelayanan bedah mulut diprioritaskan untuk kasus gawat darurat seperti keganasan, infeksi kepala dan leher, serta fraktur terbuka atau comminuted. COVID-19 yang menyebar melalui droplets memerlukan penanganan yang spesifik menimbang daerah kerja dari dokter bedah mulut adalah di sekitar rongga mulut dan sering berkontak erat dengan pasien. Tinjauan: Perlunya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai COVID-19, dimana kasus emergency perlu untuk segera ditangani dan manajemen untuk mencegah penularan, dengan melakukan langkah-langkah pre-operatif, operatif, dan post-operatif sehingga pelayanan bedah mulut dapat dilakukan tanpa menimbulkan risiko penularan antara dokter gigi, pasien dan paramedis. Simpulan: Manajemen kasus emergency bedah mulut selama pandemi COVID-19 tetap dapat dilakukan, jika setiap orang melakukan prosedur preventif yang benar, tidak hanya dokter gigi, tetapi juga pasien dan paramedis. Melakukan tele-screening sebelum kunjungan, penilaian awal pada pasien, preoperatif, operatif, manajemen limbah medis dan juga disinfeksi daerah kerja akan membantu menghindari transmisi COVID-19.
Cite
CITATION STYLE
Gunawan, C. S. (2021). MANAJEMEN PASIEN DENGAN KASUS KEGAWATDARURATAN BEDAH MULUT DALAM MASA PANDEMI COVID-19. B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 8(1), 26–36. https://doi.org/10.33854/jbd.v8i1.568
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.