Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Sila Kelima Pancasila

  • Khoirunnisa
  • M. Farhan Alfarizi Nur Rois
  • Maulana Hakim Nurudin
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
135Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kesetaraan gender merupakan salah satu isu penting yang dihadapi oleh dunia, termasuk Indonesia. Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, mengandung nilai-nilai yang mendukung kesetaraan gender. Sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, secara tegas menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama, tanpa memandang gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesetaraan gender dalam perspektif sila kelima Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel jurnal, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sila kelima Pancasila mengandung nilai-nilai yang mendukung terhadap kesetaraan gender, yaitu: persamaan hak dan kewajiban, persamaan kesempatan, dan persamaan perlakuan. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Pancasila menjadi landasan yang kuat untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia. Namun, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan kesetaraan gender, seperti diskriminasi gender dan budaya patriarki.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khoirunnisa, M. Farhan Alfarizi Nur Rois, Maulana Hakim Nurudin, & Taun. (2024). Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Sila Kelima Pancasila. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(1), 21–27. https://doi.org/10.36456/p.v4i1.8486

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free