Abstract
Sebesar 79,55% guru masih menggunakan produk digital dari internet tanpa adaptasi konteks pembelajaran sehingga menunjukkan literasi digital guru belum berkembang pada aspek produktivitas dan inovasi. Pelatihan penyusunan LKPD digital dan pengembangan media interaktif merupakan solusi untuk meningkatkan literasi digital guru serta mendorong penerapan pembelajaran inovatif dan relevan dengan tuntutan abad 21. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi digital guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar. Metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal (PRA) mencakup tahap sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan dengan koordinasi bersama kepala sekolah dan guru. Kegiatan pelatihan terdiri dari penyampaian materi dan praktik penyusunan LKPD digital dengan aplikasi Wizer.me dan Flipbook, serta media interaktif dengan aplikasi Assemblr EDU dan Prezi. Selanjutnya hasil diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Evaluasi dilakukan terhadap produk digital guru menggunakan angket respon siswa dan rubrik penilaian LKPD digital dan media interaktif. Hasil respon siswa terhadap implementasi produk digital yaitu 91.14%, dalam kategori positif. Untuk hasil penilaian produk digital sebagai tolak ukur kemampuan literasi digital guru meningkat sebesar 13.48% dibandingkan dengan sebelumnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan literasi digital guru sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswaAs many as 79.55% of teachers still use digital products from the internet without adapting the learning context, indicating that teachers' digital literacy has not developed in the aspects of productivity and innovation. Training in compiling digital LKPD and developing interactive media is a solution to improve teachers' digital literacy and encourage the implementation of innovative and relevant learning to meet the demands of the 21st century. This community service activity aims to strengthen teachers' digital literacy and improve the quality of learning at SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA) which includes the stages of socialization, training, implementation, and evaluation. Socialization is carried out in coordination with the principal and teachers. Training activities consist of delivering materials and practicing compiling digital LKPD using the Wizer.me and Flipbook applications, as well as interactive media using the Assemblr EDU and Prezi applications. Furthermore, the results are implemented in the learning process in the classroom. Evaluation is carried out on teachers' digital products using student response questionnaires and assessment rubrics for digital LKPD and interactive media. The results of student responses to the implementation of digital products are 91.14%, in the positive category. The results of the digital product assessment, which serves as a benchmark for teachers' digital literacy skills, increased by 13.48% compared to the previous year. Community service activities have significantly contributed to strengthening teachers' digital literacy while providing a more engaging and interactive learning experience for students.
Cite
CITATION STYLE
Malahayati, E. N., Sulistiana, D., & Fauzi, A. (2025). Penguatan Literasi Digital Guru SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar melalui Pelatihan Penyusunan LKPD Digital dan Media Interaktif. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 10(1), 139–151. https://doi.org/10.29407/ja.v10i1.27095
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.