Pelatihan Menulis dan Membaca Aksara Bali dalam Media Lontar di Museum Lontar Dukuh Penaban, Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem

  • Widiantana I
  • Indrayani A
  • Sentana G
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bahasa, aksara, dan sastra Bali menjadi pengetahuan penting yang mesti dimiliki oleh masyarakat Bali, dan leluhur Bali juga telah mewariskan ribuan naskah lontar yang patut diketahui karena sarat akan nilai yang adiluhung. Namun ditengah banyaknya warisan sastra tersebut, sangat sedikit yang memiliki ketertarikan serta kemapuan di dalam menulis, membaca, ataupun mengkaji isi lontar tersebut. Diperlukan upaya sejak dini, guna menyiapkan regenerasi yang mampu merawat serta mengembangkan pengetahuan yang tersimpan di dalam naskah lontar. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, sehingga pengabdian Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama pada tahun anggaran 2021 dilaksanakan di Museum Lontar Dukuh Penaban, Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Metode yang dilaksanakan dalam kaitannya dengan kegiatan Pelatihan Menulis dan Membaca Aksara Bali dalam Media Lontar di Museum Lontar Dukuh Penaban, Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem adalah metode pelatihan. Pada awal pelaksanaan pengabdian, tim pengabdian memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang pasang aksara Bali. Dengan penjelasan awal tersebut, diharapkan bisa dibuatkan pemetaan awal terkait dengan kemampuan menulis aksara Bali peserta pengabdian. Kegiatan tidak serta merta langsung diarahkan pada penulisan lontar. Karena sebelum pada tahap menulis di lontar, tentu peserta pengabdian mesti paham terlebih dahulu dengan aturan menulis aksara Bali yang disebut dengan pasang aksara Bali. Kegiatan menulis aksara Bali pada media lontar baru dimulai pada pertemuan ke-4, yang diawali dengan pengenalan akan alat-alat yang dipergunakan di dalam menulis lontar. Adapun alat-alat yang perlu dipersiapkan antara lain : pangrupak, blangko lontar, karet/panyepit, lungka-lungka, kemiri yang sudah dibakar. Setelah alat-alat menulis sudah dibagikan, dilanjutkan dengan pemaparan tentang bagaimana memegang pangrupak yang benar dan bagaimana tata cara di dalam membentuk huruf demi huruf di lontar.Balinese language, script, and literature are important knowledge that must be mastered by Balinese people, and Balinese ancestors have also inherited thousands of Lontar manuscripts that should be known because they are full of noble values. However, with abundant of literary heritages, only a few people have the interest and ability to write, read, or study the contents of the Lontar. Efforts are needed from an early age, in order to prepare regeneration that is able to maintain and develop the knowledge stored in the Lontar manuscripts. Based on the above background, the dedication of the Department of Religious Language and Literature Education in the 2021 fiscal year will be carried out at the Lontar Dukuh Penaban Museum, Dukuh Penaban Customary Village, Karangasem Sub-district, Karangasem Regency. The method implemented in relation to the Balinese Literacy Writing and Reading Training in Lontar Media at the Lontar Dukuh Penaban Museum, Dukuh Penaban Customary Village, Karangasem Sub-district, Karangasem Regency is a training method. At the beginning, the service team gave an explanation in advance about "Pasang Aksara Bali". With this initial explanation, it is hoped that an initial mapping can be made regarding the ability to write Balinese script for the service participants. Activities are not immediately directed to the writing of Lontar, because before the stage of writing in the Lontar, of course, the service participants must first understand the rules for writing Balinese script, which are called "Pasang Aksara Bali". The activity of writing Balinese script on lontar media only started at the 4th meeting, which began with an introduction to the tools used in writing lontar. The tools that need to be prepared include: Pangrupak, Blangko Lontar, rubber/Panyepit, Lungka-Lungka, and candlenut that has been burned. After the writing tools have been distributed, it is continued with a presentation on how to hold the Pangrupak correctly and how to form the letters in the Lontar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widiantana, I. K., Indrayani, A. A. D., Sentana, G. D. D., Ranem, I. N., & Adnyana, G. A. B. (2022). Pelatihan Menulis dan Membaca Aksara Bali dalam Media Lontar di Museum Lontar Dukuh Penaban, Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 45–53. https://doi.org/10.25078/sevanam.v1i1.211

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free