Abstract
Peternakan sapi rumpun Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Gunungkidul sebagai wilayah sumber bibit ternak ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian. Mendukung penetapan tersebut, pakan hijauan sebagai sumber pakan utama memegang peranan penting dalam pengembangan peternakan ruminansia potong. Penelitian dilakukan dengan survey untuk investigasi pola penyediaan hijauan pakan saat ini pada kelompok ternak peternakan wilayah sumber bibit sapi PO di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian survey ini dilakukan pada bulan Februari tahun 2022 di Kecamatan Playen dan Wonosari secara purposive sampling kelompok peternak sapi PO. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri dasar data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecilnya skala kepemilikan ternak sapi antara 1-6 ekor, atau rata-rata 2,78 ekor per peternak. Jumlah ini menunjukan kecilnya skala kepemilikan ternak yang dipelihara. Karakteristik responden terhadap sistem pemeliharaan intensif dapat diaplikasikan peternak dengan penyediaan hijauan pakan cukup hingga banyak dan luas lahan hijauan pakan ternak yang variatif. Peternak pada umumnya menyediakan pakan ternak ruminansia dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan ternak. Jenis hijauan tergantung pada ketersediaan hijauan di sekitar lokasi peternakan.
Cite
CITATION STYLE
Zuljisman, Z., N.R, K., & L, A. (2022). Karakteristik Peternakan Wilayah Sumber Bibit Sapi Peranakan Ongole dan Penyediaan Hijauan Pakannya di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 15440–15446. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.4841
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.