Abstract
Menurunannya kunjungan wisatawan dan tingkat okupansi rendah yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 membuat perusahaan pada sektor pariwisata berada di zona financial distress. Keadaan financial distress dapat diidentifikasi sejak dini sebelum terjadinya kebangkrutan dengan menggunakan model prediksi model Altman Z-Score. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis financial distress pada perusahaan sektor pariwisata periode 2020-2022. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan data diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia dengan cara dokumentasi. Sampel penelitian adalah sebanyak 10 perusahaan sektor pariwisata dengan jumlah data sebanyak 30 data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua perusahaan yang mengalami financial distress yaitu PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Lima perusahaan berada pada kondisi non-financial distress dan tiga perusahaan berada pada kondisi grey area. Peningkatan signifikan terjadi pada perusahaan dalam zona non financial distress dari 30% pada 2020 menjadi 50% pada 2022, mencerminkan pemulihan dan stabilitas finansial yang membaik di sektor pariwisata.
Cite
CITATION STYLE
Hennglyny, H., Pio, R. J., & Mangindaan, J. V. (2024). Analisis Financial Distress Dengan Model Altman Z-Score pada Perusahaan Sektor Pariwisata yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022. Productivity, 5(3), 899–904. https://doi.org/10.35797/ejp.v5i3.54585
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.