Metode Dakwah Muhammad Tahir Asran Dalam Pembinaan Keagamaan Di Lembangbu’ne Kel. Cikoro, Kec. Tompobulu, Kab. Gowa

  • Yasir Arafat
  • Nashiruddin Pilo
  • Syarifa Raehana
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitaian ini adalah mencari metode apa yang digunakan oleh Muhammad Tahir aslam dalam pembinaan kegamaan di Lembangbu’ne dan bagaimana eveketivitas dari dakwahnya itu. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dan metodologi yang digunakan adalah teknik studi naratif, yang berpusat pada narasi, cerita, atau deskripsi yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang dikaitkan dengan pengalaman seseorang.         Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa metode dakwah yang digunakan oleh muhammad tahir Asran adalah metode percakapan antar pribadi dan komunikasi kelompok serta menggunakan metode dakwah Mauidzah hasanah, mujadalah dan hikmah. Dalam segi efektifitas dakwah itu berhasil dalam membina masyarakat kerena keaktifan sholat bermaahah, dan jiwa sosial masyarakat dalam salingmembantu dan juga karena telah menginggalkan tradisi dan keyakinan nenek moyang mereka yang bertentangan dengan Ajaran Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yasir Arafat, Nashiruddin Pilo, & Syarifa Raehana. (2023). Metode Dakwah Muhammad Tahir Asran Dalam Pembinaan Keagamaan Di Lembangbu’ne Kel. Cikoro, Kec. Tompobulu, Kab. Gowa. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, 2(1), 151–169. https://doi.org/10.58738/qanun.v2i1.347

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free