Hubungan antara School Well-Being dengan Rumination

  • Kartasasmita S
N/ACitations
Citations of this article
177Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara School Well-being dengan rumination. Teori School Well-being dikemukakan oleh Konu dan Rimpela dan teori rumination dikemukakan oleh  Susan Nolen-Hoeksema. School well-being adalah penilaian individu berkaitan dengan keadaan lingkungan sekolah tempat belajar, sedangkan rumination adalah pola pikir yang berulang yang berakar pada mood negatif (seperti kesedihan) dan tidak memotivasi seseorang untuk menyusun rencana untuk menghilangkan pemikiran tersebut. Penelitian ini melibatkan 126 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan  bahwa tidak terdapat hubungan (r = -0.016, p >0.05). Namun, dari hasil penelitian pada dimensi ruminasi indikator depresi, terdapat hubungan dengan School Well-Being (r = -0.191, p < 0.05). Demikian pula dengan perhitungan untuk indikator Brooding dalam ruminasi dengan indikator health dalam School Well-Being terdapat hubungan yang signifikan (r = 0.211, p <0.05).Kata kunci: School Well-being, Rumination, Depresi, Brooding, Health

Cite

CITATION STYLE

APA

Kartasasmita, S. (2017). Hubungan antara School Well-Being dengan Rumination. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 248–252. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v1i1.358

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free